Kampar, Bertuahnews.com – Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan adaptif terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar. Salah satunya melalui kebijakan yang diterapkan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar dengan mengadopsi sistem kerja kombinasi antara work from home (WFH) dan work from office (WFO).
Kebijakan ini dirancang untuk mendukung penghematan energi sekaligus menjaga produktivitas aparatur. Dari total 196 pegawai, sekitar 75 persen menjalankan tugas secara daring dari rumah, sementara 25 persen lainnya tetap bertugas di kantor untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan kehadiran langsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, menjelaskan bahwa pola kerja ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta arahan pemerintah daerah.
“Kita menerapkan sistem kerja yang fleksibel, namun tetap terukur. Pegawai yang bekerja dari rumah wajib melaporkan kinerja secara berkala, sementara yang di kantor difokuskan pada pelayanan administratif dan koordinasi langsung,” ujarnya.
Pelaksanaan WFO dipusatkan di ruang sekretariat guna mempermudah koordinasi serta memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Sementara itu, pegawai yang menjalankan WFH tetap diwajibkan aktif mengikuti rapat daring, menyelesaikan tugas, serta menyampaikan laporan kinerja secara rutin.
Selain penyesuaian pola kerja, Disdikpora Kampar juga mengintensifkan langkah penghematan energi. Penggunaan perangkat elektronik seperti pendingin ruangan, lampu, serta kendaraan dinas dikurangi hingga 30 persen. Bahkan, penggunaan perangkat yang tidak mendesak turut dibatasi guna menekan konsumsi energi.
Efisiensi juga dilakukan pada anggaran perjalanan dinas yang dikurangi hingga 50 persen. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kelancaran pelaksanaan tugas.
Menurut Helmi, kebijakan ini menjadi bentuk inovasi dalam menghadapi tantangan ke depan, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah pelayanan tetap berjalan maksimal. Dengan pembagian tugas yang jelas, kita bisa menjaga kinerja sekaligus mendorong efisiensi,” tegasnya.
Melalui penerapan sistem kerja fleksibel dan penghematan energi ini, Disdikpora Kampar berharap dapat menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, efisien, serta responsif terhadap perkembangan zaman.***






