Bangkinang Kota, bertuahnews.com – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. turut mengambil bagian dalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak yang saat ini digaungkan secara nasional. Kehadiran Bupati Kampar di sekolah untuk mengambil rapor anaknya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor merupakan inisiatif yang didorong oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) sebagai upaya mengurangi fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak. Program ini menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar menyampaikan bahwa kehadiran seorang ayah dalam setiap proses pendidikan anak memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya sebagai pemberi nafkah, tetapi juga sebagai pendamping, motivator, dan teladan bagi anak-anaknya.
“Sebagai seorang ayah, saya ingin memberikan contoh bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan sekadar menerima hasil belajar, tetapi juga menunjukkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang kepada anak,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, membangun komunikasi yang lebih baik dalam keluarga, serta memotivasi anak untuk terus berprestasi di sekolah.
Bupati Kampar juga mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kampar untuk meluangkan waktu hadir dalam setiap momen penting pendidikan anak, baik saat pengambilan rapor, kegiatan sekolah, maupun aktivitas lainnya yang berkaitan dengan perkembangan anak.
“Pendidikan yang sukses lahir dari kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Mari kita hadir sebagai ayah yang tidak hanya memberikan kebutuhan materi, tetapi juga perhatian, dukungan, dan teladan bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini, diharapkan semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak sehingga dapat menciptakan generasi Kampar yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.***






