Wabup Kampar Dorong Teknologi PSEL untuk Pengelolaan Sampah di Daerah

JAKARTA, bertuahnews.com – Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. mendorong penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Kampar.

Hal tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri pembukaan Waste to Energy dan Indo Firex Expo di Hall B3 Jakarta International, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si.

Dalam kegiatan itu, Misharti didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar Yuricho Efril.

Misharti menilai teknologi pengolahan sampah menjadi energi memiliki potensi untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui teknologi tersebut, sampah yang tidak dapat didaur ulang dapat diolah menjadi energi yang memiliki nilai manfaat.

Ia berharap konsep PSEL dapat dikaji untuk diterapkan di Kabupaten Kampar, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan metode pembuangan akhir.

“Kami menyambut baik adanya teknologi terbarukan ini. Kami berharap teknologi ini dapat diimplementasikan di Kabupaten Kampar sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik dan tidak menumpuk dalam waktu yang lama,” ujar Misharti.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber energi maupun produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA mengatakan program waste to energy merupakan salah satu upaya pemerintah merespons persoalan meningkatnya volume sampah yang belum tertangani secara optimal.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk mempelajari berbagai teknologi dan skema pengolahan sampah yang tersedia agar dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Yang kita perlukan adalah bagaimana konsep waste to energy ini dapat masuk pada tahap implementasi. Kami berharap kepala daerah dapat mempelajari dan menerapkannya sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” kata Safrizal.

Usai menghadiri pembukaan, Wabup Kampar bersama rombongan meninjau sejumlah stan pameran. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat berbagai inovasi dan teknologi pengolahan sampah, termasuk pemanfaatan hasil pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Pemkab Kampar selanjutnya diharapkan dapat mengkaji peluang penerapan teknologi tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan, kondisi lingkungan, serta kemampuan daerah dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.***

Pos terkait