Kampar Kiri, Bertuahnews.com – Pemerintah Kabupaten Kampar terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui penyelenggaraan Festival Kreatif Lipatkain Season III Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pelataran Kantor Lurah Lipatkain ini resmi dibuka oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dan berlangsung selama empat hari.
Festival tahunan ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat pelestarian nilai-nilai adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Mengusung tema “Bersama Menjaga Budaya, Bangun Ekonomi Kreatif dengan Hati”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Helmi, SH., MH, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran Disdikpora menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengintegrasikan peran pendidikan dengan pengembangan potensi generasi muda di sektor ekonomi kreatif.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam arahannya menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, budaya lokal bukan hanya warisan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Plt Kadisdikpora Kampar Helmi menyampaikan bahwa festival ini memiliki nilai edukatif yang tinggi, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan budaya daerah.
“Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif. Generasi muda tidak hanya belajar, tetapi juga didorong untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah,” ujarnya.
Festival Kreatif Lipatkain turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga tokoh adat seperti niniak mamak, alim ulama, dan cerdik pandai. Keterlibatan ini memperkuat nilai kebersamaan serta memastikan kegiatan tetap berakar pada kearifan lokal.
Beragam potensi unggulan daerah ditampilkan dalam festival ini, seperti kerajinan tangan, kuliner khas, hingga produk-produk UMKM. Aktivitas tersebut tidak hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap dapat terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.***






