Kampar, Bertuahnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Kampar. Dari ruang belajar di UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, dua siswa berhasil menembus 10 besar nasional dalam ajang Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs, Jumat (17/04/2026).
Keduanya adalah Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni, yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memahami materi kebangsaan sekaligus mengelola waktu secara efektif. Kholid meraih skor 97 dari 100 dan menempati posisi harapan II dengan waktu 14 menit 23 detik, sementara Fatma mencatatkan skor yang sama dengan selisih waktu tipis.
Capaian ini tidak terlepas dari proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Guru pendamping, Yeni Elfita, menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional yang seluruhnya dilaksanakan secara daring.
“Format online menuntut siswa lebih mandiri, disiplin, dan jujur. Mereka tidak hanya diuji dari sisi akademik, tetapi juga mental dan kemampuan menjaga fokus,” ujarnya.
Pembinaan dilakukan melalui latihan rutin, diskusi, serta penguatan materi literasi kebangsaan yang tidak hanya menekankan pemahaman teks, tetapi juga nilai-nilai identitas, keberagaman, dan wawasan kebangsaan.
Keberhasilan ini juga didukung penuh oleh pihak sekolah. Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, memberikan ruang dan fasilitas bagi siswa untuk berkembang secara optimal. Sinergi antara guru dan manajemen sekolah menjadi kunci keberhasilan pembinaan.
Bagi Kholid, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional menjadi pelajaran berharga dalam mengelola tekanan dan waktu.
“Yang paling penting adalah tetap tenang dan fokus. Waktu sangat menentukan karena selisih kecil bisa memengaruhi hasil,” ungkapnya.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kampar, Misharti, yang juga Ketua PGRI Kabupaten Kampar. Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa potensi pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kampar. Kita harus terus menjaga pembinaan agar prestasi seperti ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan ini menjadi gambaran nyata bahwa penguatan literasi kebangsaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Melalui dukungan lingkungan sekolah, peran guru, serta kebijakan pendidikan yang tepat, Kampar terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan dari daerah dengan segala keterbatasannya.***






