Bangkinang Kota, Bertuahnews.com – Pemerintah Kabupaten Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suhermi, ST, menghadiri kegiatan tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan tema “Kerja Nyata Pelayanan Prima” yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang Kota, Senin (27/4).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH., M.H., perwakilan kementerian, Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra, A.Md.IP., SH., MH., unsur Forkopimda Kabupaten Kampar, serta jajaran petugas dan warga binaan pemasyarakatan.
Dalam sambutan Bupati Kampar yang dibacakan oleh Suhermi, disampaikan bahwa peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi dan penguatan peran lembaga pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan yang optimal, pembinaan yang terarah, serta program reintegrasi sosial merupakan bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang lebih baik.
“Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan di Lapas. Warga binaan tetap bagian dari masyarakat yang harus diberi kesempatan untuk berubah dan kembali berkontribusi secara positif di tengah kehidupan sosial,” ujar Suhermi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa HBP merupakan tonggak sejarah sistem pemasyarakatan di Indonesia, yang terus berkembang menuju pelayanan yang lebih humanis dan profesional. Tema tahun ini, “Kerja Nyata Pelayanan Prima”, menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, baik dari sisi kepribadian maupun kemandirian warga binaan.
Suhermi juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung proses pembinaan. Menurutnya, keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab Lapas, tetapi membutuhkan dukungan luas agar mantan warga binaan dapat diterima kembali di lingkungan sosial tanpa stigma.
“Pelayanan prima harus diwujudkan dengan ketulusan dan komitmen bersama. Kita tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga membangun kembali manusia agar lebih siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Acara tasyakuran berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 62 tahun sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, dan para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembinaan warga binaan yang lebih humanis, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, peringatan HBP ke-62 di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kota menjadi refleksi bersama bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan, tetapi juga tentang membangun kembali harapan dan masa depan yang lebih baik.***






