Disdikpora Kampar Cari Solusi Tuntas Honor Guru Bantu, Komitmen Jaga Kesejahteraan Pendidik

Kampar, Bertuahnews.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah mencari solusi atas keterlambatan pembayaran honor guru bantu (GB) yang belum diterima selama empat bulan terakhir hingga April 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat peran guru bantu sangat vital dalam mendukung proses belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan.

“Kami memahami kondisi para guru bantu. Ini menjadi perhatian serius dan sedang kami upayakan langkah-langkah penyelesaiannya secara maksimal,” ujarnya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Kampar.

Menurut Helmi, keterlambatan pembayaran honor tidak terlepas dari adanya perubahan kewenangan pengelolaan guru bantu dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten. Perubahan ini berdampak pada penyesuaian regulasi dan mekanisme penganggaran yang harus dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa proses pencairan anggaran harus mengikuti tahapan administrasi yang ketat agar tetap sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Setiap kebijakan harus memiliki dasar hukum yang jelas. Karena itu, kami memastikan langkah yang diambil tetap sesuai regulasi,” tegasnya.

Dalam upaya percepatan penyelesaian, Disdikpora Kampar terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, daerah lain sebagai pembanding, serta kementerian terkait di tingkat pusat. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan formulasi terbaik agar hak-hak guru bantu dapat segera direalisasikan.

Selain itu, aspirasi para guru bantu juga telah disampaikan melalui forum resmi bersama DPRD Kampar, yang menjadi bagian penting dalam proses pencarian solusi yang komprehensif dan berkeadilan.

Helmi menegaskan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar.

“Kami berkomitmen agar persoalan ini segera menemukan titik terang, sehingga para guru bantu dapat kembali fokus menjalankan tugasnya dengan optimal,” ujarnya.

Melalui langkah koordinatif dan pendekatan yang terukur, Pemerintah Kabupaten Kampar optimistis penyelesaian persoalan honor guru bantu dapat segera terealisasi, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. ***

Pos terkait